Quisque sed orci ut lacus viverra interdum ornare sed est. Donec porta, erat eu pretium luctus, leo augue sodales.
Archive for Februari 2017
Acer belum lama ini telah meluncurkan lini produk gamingnya melalui seri Predator di Indonesia. Predator 15 adalah salah satu laptop gaming berspesifikasi monster yang diluncurkan di pasar tanah air. Saat ini notebook gaming Acer Predator 15 sudah bisa dipesan melalui toko online Lazada Indonesia periode 14 – 22 Desember 2015. Laptop gaming gahar ini mulai dikirimkan ke alamat pemesan pada 8 Januari 2015 mendatang.
Acer membekali laptop gaming Predator 15 ini dengan desain yang futuristik, detail, dan didominasi warna hitam menurut Laptophia Blog. Tak jauh berbeda dengan laptop gaming lainnya, Acer Predator 15 ini hadir dengan dimensi yang agak besar dan tebal. Bobot laptop ini mencapai 3,4 kilogram.
Acer telah menghadirkan aplikasi CoolBoost, dengan opsi Turbo Mode untuk kecepatan kipas ekstra yang memungkinkan gamer untuk mengatur kecepatan kipas secara manual sehingga dapat mendinginkan sistem pada kondisi ekstrem atau saat bermain game kelas berat dalam jangka waktu lama. Berdasarkan info yang Laptophia Blog terima, Acer juga menyediakan fitur PredatorSense yang memungkinkan pengguna dapat mengatur pencahayaan keyboard dan tombol makronya.
Acer juga menyediakan fitur Predator FrostCore yang merupakan kipas tambahan besutan Cooler Master yang dapat dimasukkan ke slot drive optik untuk membantu pendinginan laptop. Laptophia Blog juga melihat Acer membekali fitur Predator DustDefender untuk mengusir debu agar tak mengotori jeroan laptop.
Laptophia mencatat bahwa Acer mempersenjatai Predator 15 dengan layar berukuran 15,6 inci yang menggunakan panel IPS (In-Plane Switching) dengan resolusi full HD 1920 x 1080 piksel yang mampu menghasilkan sudut pandang yang luas. Pabrikan asal Taiwan yang terkenal dengan jajaran smartphone Liquid series ini membekali laptop gaming andalannya dengan sistem operasi Windows 10 besutan Microsoft yang terinstal di dalamnya.
Sektor media penyimpanan, laptop gaming ini dibekali dengan dua jenis media penyimpanan, yakni SSD (Solid State Drive) dan hard disk. SSD yang dibenamkan pada Predator 15 ini berkapasitas 128GB dan hard disk berkapasitas 1TB untuk menampung data dan game milik pengguna.
Kinerja yang tinggi adalah kelebihan utama yang ditawarkan oleh laptop gaming Predator 15 ini dengan mengandalkan dukungan prosesor Intel Core i7-6700HQ generasi Skylake quad-core yang berlari dengan kecepatan 2,6GHz dengan TurboBoost maksimal 3,5GHz dan ditandemkan dengan memori RAM berkapasitas 16GB dengan konfigurasi 2 x 8GB jenis DDR4. Tak hanya itu, kapasitas RAM laptop gaming monster ini masih bisa ditambah hingga maksimal 64GB jenis DDR4 jika diperlukan.
Sebagai notebook gaming, Acer membekali laptop ini dengan GPU (Graphics Processing Unit) yang mumpuni dari Nvidia GeForce GTX 970M yang berbasis chip GM204 yang menggunakan arsitektur Maxwell. Grafis GeForce GTX 970M ini 1280 CUDA core berkecepatan 924MHz dan Turbo hingga 1038MHz yang dipadukan dengan 80 TMUs, dan 48 ROPs. Kartu grafis GeForce GTX 970M pada laptop Predator 15 berdasarkan info yang laptophia terima dikawinkan dengan memori VRAM 3GB GDDR5 berkecepatan 5GHz dengan antarmuka memori 192-bit.
Laptophia melihat Acer juga memanjakan gamer dengan memberikan backligt pada keyboard dan tanda khusus pada tombol WSAD untuk mendukung kenyamanan dalam memainkan game. Konektivitas Acer Predator 15 ini terbilang lengkap dengan mengandalkan WiFi, Killer DoubleShot Pro LAN, Port USB 3.0, Port USB 3.1 type C, Port HDMI, card reader, dan port DisplayPort.
Tak hanya itu, Acer juga totalitas memanjakan gamer dengan membekali laptop gaming Predator 15 ini dengan audio yang mumpuni. Berdasarkan informasi yang Laptophia Blog terima, Acer membekali laptop gaming ini dengan 2 speaker berkualitas tinggi dengan ditemani sebuah subwoofer. Acer juga menyuntikkan dukungan Dolby Audio Premium sound, Predator TrueHarmony Premium, dan Predator PurifiedVoice untuk meningkatkan kualitas audionya.
Kelebihan Acer Predator 15
Kinerja grafis & prosesor sangat tinggi
Kapasitas RAM besar, menggunakan jenis DDR4
Fasilitas atau fitur pendukung gaming lengkap
Kekurangan Acer Predator 15
Harga tinggi
Dimensi besar dan berat
Harga Acer Predator 15
Harga laptop gaming gahar Acer Predator 15 terbaru berdasarkan informasi yang Laptophia Blog terima melalui pre-order yang digelar di Lazada Indonesia adalah Rp 27.999.000 atau tepatnya Rp 28 juta! Harga yang ditawarkan oleh notebook gaming Predator 15 besutan Acer ini memang cukup tinggi.
Meski demikian, Laptophia Blog melihat bahwa Acer membekali Predator 15 dengan spesifikasi yang sangat gahar di kelasnya. Dukungan prosesor Intel Core i7 generasi Skylake yang powerful, grafis bertenaga dai Nvidia GeForce GTX 970M, kapasitas memori RAM 16GB DDR4, dan audio yang mumpuni adalah daya tari utama notebook gaming monster ini.
Tak berlebihan jika Acer menjulukinya sebagai ‘Predator’ yang siap memangsa para pesaingnya. Laptophia Blog menilai notebook gaming Predator 15 besutan Acer ini cocok bagi gamer serius atau gamer kelas berat dengan budget melimpah tentunya.
Spesifikasi Acer Predator 15
Layar IPS LCD dengan Acer ComfyView LED backlight 15,6 inci resolusi full HD 1920 x 1080 piksel
Prosesor Intel Core i7-6700HQ quad-core 2,6GHz TurboBoost hingga 3,5GHz
Chipset Intel
Grafis Nvidia GeForce GTX 970M VRAM 3GB
Memori RAM 2 x 8GB DDR4, Upgradaable to 64GB DDR4
Storage SSD 128GB dan Hard Disk 1TB
Konektifitas WiFi, Killer DoubleShot Pro LAN, Port USB 3.0, Port USB 3.1 type C, Port HDMI, card reader, port DisplayPort
Audio 2 x speaker + 1 Subwofer Didukung Dolby Audio Premium sound, Predator TrueHarmony Premium, dan Predator PurifiedVoice
Kamera HD Webcam
Baterai 8 Cell 88Wh, 6000mAh dengan daya tahan 6 jam
Tulisan ini gue buat spesial untuk yang tertarik atau penasaran dengan jurusan Ilmu Komputer, Teknik Informatika, atau sejenisnya. Berhubung gue lulusan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, jurusan/program studi (prodi) Ilmu Komputer, gue sering banget ditodong pertanyaan seperti berikut.
“Fan, kuliah di Ilmu Komputer itu ngapain sih? Jadi hacker ya?”
“Kak, bedanya Ilmu Komputer (UI) dengan Teknik Informatika (ITB) apa ya?”
“Ilmu Komputer dengan Sistem Informasi itu sama ngga? Kalo dengan Teknik Komputer, sama juga?”
dan sebagainya dan sebagainya…
Karena tempo hari Zenius Blog udah sempat cerita tentang sistem bilangan biner dan “kode-kodean” pake teknik kriptografi, rasanya bakal lebih komplit kalo kita sajikan tulisan yang ngebahas lebih dalam tentang dunia ilmu komputer (Computer Science) atau Teknik Informatika (Information Technology).
Sebelum gue masuk untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, gue mau share sedikit dulu observasi gue pas kuliah. Selama kurang lebih 4 tahun, pengalaman kuliah gue di Fasilkom UI, gue melihat ada 4 tipe mahasiswa yang mengisi kampus tersebut.
Mahasiswa Tipe #1: “Computer science/IT adalah passion gue”
Mahasiswa yang udah tau banget atau punya bayangan, kuliah Ilmu Komputer itu mau belajar apa. Mereka masuk Fasilkom karena emang suka dunianya dan punya ambisi besar jadi expert dan membuat terobosan di bidang ini. Sebagian dari mereka merupakan jebolan Olimpiade Komputer semasa SMA, sebagian lagi at least udah pernah otak-atik programming di bangku sekolah.
Mahasiswa Tipe #2: Ngiler dengan prospek kerjanya
Mahasiswa tipe ini (atau ortunya) membayangkan kuliah di Ilkom/IT itu keren, bergengsi, mengikuti jaman. Kalo udah lulus punya lapangan kerja yang luas, bisa masuk kerja ke mana-mana. Gajinya juga ngga kacangan.
Mahasiswa Tipe #3: Anak pintar kesasar
Lo ngerasa ngga sih, dengan sistem pendidikan Indonesia sekarang, murid yang dilabeli pintar, “diarahkan” untuk masuk ke tempat yang isinya anak pintar juga? Anak pintar ngumpulnya sama anak pintar, di tempat yang “menuntut” kepintaran juga.
Gue masuk Fasilkom tahun 2007. Saat itu, passing grade jurusan Ilkom kedua tertinggi setelah Kedokteran untuk bidang IPA di UI. Kedua jurusan ini jadi kombinasi yang “pas” untuk dipilih “anak pintar”. So, anak pintar "nyasar" yang gue maksud di sini adalah mereka-mereka yang pinter dan pengen masuk UI, ketika tes masuk PTN (waktu itu namanya SPMB), pilihan pertamanya Kedokteran UI, keduanya Ilkom UI. Ketika pengumuman tes, mereka gagal masuk FK, keterimanya di pilihan 2, yaitu Ilkom UI. Agak konyol, ya? Tapi, inilah realita yang gue lihat pas kuliah.
Atau.. mahasiswa tipe ini adalah simply anak pintar yang cari tempat bergengsi dan penuh anak pintar juga, tapi sebetulnya nggak tau apa yang akan mereka hadapi.
Mahasiswa Tipe #4: Kenapa gue bisa ada di sini??
Lebih tepatnya, mahasiswa tipe ini adalah yang punya ekspektasi keliru terhadap jurusan Ilkom/TI. Mereka kira, di jurusan Ilkom/TI, mereka akan belajar desain grafis, desain multimedia, bikin film, dan sebagainya. Mereka-mereka ini adalah yang “ketipu” ketika membaca kurikulum atau daftar mata kuliah di prodi Ilkom. Emang sih ada mata kuliah Grafika Komputer atau berbau Multimedia di Ilkom, tapi lo ngga bakal diajarin cara mendesain. Beda banget. Trus ngapain dong? Gue bakal bahas lebih lanjut tentang ini di bawah, ya.
Oke, gue sadar 4 tipe mahasiswa di atas tidak bisa sama persis lo temukan di atau merepresentasikan dinamika mahasiswa jurusan komputer di kampus-kampus lain. Tapi, gue rasa 4 tipe mahasiswa ini bisa menjadi gambaran kasar mengenai lika-liku perkuliahan di jurusan berbau komputer.
Nah, kira-kira lo bakal jadi tipe mahasiswa nomor berapa kalo beneran keterima di Ilkom/TI?
Untuk tipe #1, udah aman lah ya. (Calon) mahasiswa tipe #1 mungkin bakal angguk-angguk aja baca tulisan gue. Untuk tipe #2, ya sebenarnya sah-sah aja kalo masuk jurusan Ilkom dengan pertimbangan demikian. Tapi, apakah lo udah tau apa yang bakal lo hadapi dan pelajari selama masa perkuliahan nanti? Pertanyaan yang sama juga gue ajukan untuk tipe #3. Lo mungkin pintar, tapi lo bener-bener udah ngerti belum sepak terjang yang bakal lo jalani ke depan seperti apa? Dan terakhir, untuk yang #4, plis banget lo harus tinjau lagi bener-bener pilihan lo. Lo tentunya ngga mau 4 tahun lo ke depan merasa “terpenjara” melakukan sesuatu yang ga lo suka.
FYI aja, ketika gue kuliah, gue pernah baca hasil suatu survey. Survey ini dilaksanakan oleh Fakultas Psikologi UI untuk mengukur tingkat stres mahasiswa per jurusan. Hasilnya? Mahasiswa Ilkom UI menempati #2 sebagai mahasiswa paling stres di UI, di bawah Arsitektur. Kenapa Ilkom UI menempati urutan kedua? Menurut penilaian subjektif gue sih, karena bisa dibilang ilmu yang akan lo pelajari itu belum pernah terbayangkan sebelumnya oleh para mahasiswa baru (maba). Juaraang banget dipelajari atau di-expose di bangku sekolah. It’s new things to learn for most of them. Butuh logika tinggi. Buat yang semasa sekolahnya mengandalkan hafalan, ke laut aja deh. Hasil survey ini mungkin tidak bisa digunakan untuk mengeneralisir semua jurusan komputer di berbagai universitas. Tapi, kadang passing grade tidak berbohong.
Oleh karena itulah, gue mengajak lo tadi untuk refleksi diri berdasarkan 4 tipe mahasiswa Ilkom yang gue paparin di atas. Otherwise lo akan menjalani 4 tahun ke depan dengan penuh denial, keterpaksaan belajar, dan merasa tersiksa melakukan sesuatu yang ternyata lo ga expect sama sekali dan ga lo suka lagi. Tapi, kalo lo beneran mantep dengan pilihan lo, 4 tahun ke depan lo akan menjadi masa-masa yang produktif dan batu pijakan yang berharga banget.
Oke deh, daripada gue panjang lebar lagi, mending kita langsung masuk aja ke pembahasan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas seputar jurusan berbau komputer.
Catatan: Harap maklum kalo informasi yang gue tuangkan di sini banyak mengambil sistem Fasilkom UI sebagai acuan karena, ya, 4 tahun gue kuliah di sana. Walaupun pasti ada bedanya, gue rasa, keadaan jurusan komputer di kampus lain secara garis besar kurang lebih sama. Tinggal disesuaikan aja. Kalo ada teman-teman yang berasal dari jurusan komputer kampus lain, silakan melengkapi artikel ini di bagian komen kalo gue ada yang kelewat atau keliru.
Kuliah di Ilkom Itu Ngapain, sih?
Ilmu Komputer atau Teknik Informatika identik dengan computer programming. Tapi, sebenarnya programming itu ngapain sih?
Programming adalah cara gimana lo ngajarin hal yang paling bego sedunia (komputer) untuk melakukan apa yang lo mau. Ya, komputer yang lo lihat sangat canggih bisa ngapain aja, sebenarnya adalah sebuah perangkat yg punya otak dasar dan siap diisi untuk menjalankan sebuah fungsi yang lo harapkan.
Dari mulai hal yang sangat sederhana dan terkesan sepele, seperti menampilkan tulisan “Hello World” di layar komputer ketika kita meng-klik icon tertentu, menghitung luas segitiga dengan input angka alas dan tinggi, mengidentifikasi wajah dari foto/sidik jari pada KTP dengan mencocokkan data pada database pemerintah, sampai cara untuk memberikan komando tertentu pada robot yang mendarat di planet Mars dengan jarak 225,300,000 km dan delay time sampai 13 menit.
Nah, lo ajarin deh tuh komputer dari scratch. Lo pecah fungsi yang lo harapkan komputer bisa jalankan jadi urutan langkah kecil-kecil. Misalnya, pada contoh program menghitung luas segitiga. Lo ajarin dulu komputernya gimana cara menerima input angka alas dan tinggi dari user, lo tentu mesti ajarin juga rumus luas segitiga gimana, mengkalkulasikan angka yang dimasukkan user, sampai akhirnya lo ngajarin si komputer gimana menampilkan hasilnya ke layar.
Masalah sesederhana menghitung luas segitiga, lo bisa break jadi langkah-langkah yang terurut. Urutan langkah ini disebut dengan algoritma. Kemudian, lo terjemahkan algoritma itu dalam bentuk kode-kode dalam bahasa pemrograman (bahasa yang dimengerti komputer). C++, misalnya.
Program Sederhana Menghitung Luas Segitiga menggunakan bahasa pemrograman C++
Hampir semua hal yang kita gunakan sehari-hari adalah hasil dari programming. Mulai dari Facebook, Twitter, Google, LINE, Ms Word, iTunes, game COC, sampe websitezenius.net yang sering nemanin lo belajar. Semua berawal dari orang-orang yang punya ide besar, merealisasikannya dari nol, dipecah-pecah fungsinya sampe sesederhana mungkin, dari tiap fungsi sederhana itu mereka pikirin urutan langkah untuk “ngajarin” ke komputernya (algoritma), sampai akhirnya program mereka bisa berjalan baik dan digunakan oleh jutaan orang di bumi. Programming memungkinkan lo mewujudkan ide kreatif tak terbatas di dunia informasi digital seperti sekarang.
Program studi Ilmu Komputer membekali mahasiswanya untuk memiliki keterampilan menyusun algoritma dan programming untuk mengembangkan sebuah program/aplikasi/software/perangkat lunak sistem. Dari program yang hanya bisa menjalankan satu fungsi hingga sebuah sistem besar dengan ratusan fungsi yang menghubungkan ribuan karyawan di suatu perusahaan.
Dalam mengembangkan sebuah program, selama perkuliahan, lo bakal diajarin berbagai bahasa pemrograman. Mulai dari C++ pada contoh program segitiga di atas, Java, Phyton, HTML, CSS, Javascript, PHP, Perl, mySQL, Ruby, dan masih banyak lagi bahasa pemrograman dengan fungsi dan tujuannya masing-masing.
Keterampilan menyusun algoritma dan pemrograman sangat menguras logika. Oleh karenanya, di prodi ini, lo bakal banyak belajar matematika untuk mengasah logika. Ada sekitar 5 mata kuliah yang berbau matematika. Bisa dapat dirasakan nanti, merunut logika untuk menyusun algoritma itu seperti merunut logika dalam menyelesaikan sebuah masalah matematika.
Setelah lo punya basic skills dalam pemrograman, lo bisa memilih spesialisasi yang menjadi minat lo mulai semester 5. Fasilkom UI menyediakan 4 bidang minat yang kurang lebih menggambarkan spesialisasi ilmu yang ada di dunia IT sendiri. Deskripsi gue pada tiap bidang minat juga bisa memberi lo bayangan tentang karir yang digeluti lulusan yang punya spesialisasi di bidang minat tertentu.
1. Arsitektur dan Infrastruktur TI
Jika sebuah organisasi ingin membangun infrastruktur TI, mereka perlu merancang arsitektur TI terlebih dahulu. Arsitektur TI adalah blueprint yang menentukan hardware tipe apa aja yang dipake, server yang dipake jenis apa, lokasi server di mana, konfigurasi jaringan (network) antar hardware seperti apa, dsb.
Ingat, Zenius Blog sebelumnya tentang Kriptografi? Nah, matkul itu akan dipelajari di bidang minat sini. Dipadukan dengan matkul lain di bidang minat ini, matkul Kriptografi akan membekali lo bagaimana menjamin keamanan sistem supaya ga gampang dijebol pihak yang ngga berwenang (hacker ilmu hitam, a.k.a cracker)
2. Teknologi Perangkat Lunak
Spesialisasi ini akan fokus membekali lo untuk jadi programmer atau pengembang perangkat lunak, mulai dari web, mobile application, software2 yang dipake di perusahaan, aplikasi e-learning, termasuk juga game.
3. Pengolahan Informasi Multimedia
Di bidang minat ini, lo bakal banyak belajar banyak tentang pengolahan informasi atau grafis.
Pengolahan Informasi. Lo bakal diajarin membuat sebuah sistem yang dapat menyimpan dan mengolah data yang banyaaak banget, misalnya database data karyawan perusahaan yang bisa ribuan jumlahnya (disimpen tuh nama karyawan, nomor induk, jenis kelamin, umur, jabatan, gaji, departemen, dsb) sampai search engine kayak Google.
Pengolahan Citra dan Grafis. Buat lo yang tertarik mengembangkan aplikasi grafis, seperti Photoshop, Corel Draw, dsb., ini bidang minatnya. Selain itu, di bidang minat ini lo bisa belajar bagaimana membuat aplikasi semacam Google Maps, aplikasi yang menganalisis citra peta geografi menjadi informasi yang berguna dan diinginkan user.
4. Kecerdasan Komputasional
Pada bidang minat ini, lo akan belajar melakukan komputasi secara cerdas untuk berbagai aplikasi (artificial intelligence). Bidang minat ini sebenarnya menunjang pengembangan aplikasi yang udah ada di ranah bidang minat lain. Tapi, ada satu mata kuliah yang unik hanya ada di bidang minat ini, yaitu bioinformatika. Ini adalah disiplin ilmu yang mengawinkan biologi, matematika, dan komputer. Biasanya digunakan untuk menganalisis DNA secara digital.
Kalo lo pengen tau detil mata kuliah untuk masing-masing bidang minat, silakan cek di Kurikulum Ilmu Komputer UI, hal 27 – 33.
Apa Bedanya Ilmu Komputer (UI) dan Teknik Informatika (ITB)?
Dulu, waktu gue masih jadi maba di Fasilkom, kita juga suka nanya hal serupa. Berikut jawaban yang dikasih senior dan dosen-dosen di Fasilkom: bedanya terletak di penamaan. Kenapa bisa? Pas pertama kali memprakarsai berdirinya fakultas yang mempelajari komputer di Indonesia, guru-guru besar UI belajar dan berkiblat ke US. Istilah di US adalah computer science (ilmu komputer). Di sisi lain, guru-guru besar ITB, belajar dan berkiblat ke Eropa, khususnya Perancis. Istilah yang dipake di sana adalah informatics. Terus, kenapa di ITB namanya ga Informatika aja? Di ITB, prodi ini sengaja dinamai Teknik Informatika biar bisa masuk ke fakultas teknik (waktu itu). Nama ini terus dipake di ITB sampe sekarang. Dan kalo lo liatin kurikulumnya, prodi ini sekarang diberi kode IF (singkatan dari informatics) supaya ga bentrok dengan kode TI yang udah dipake prodi Teknik Industri di ITB. Tiap universitas atau sekolah tinggi emang punya wewenang untuk menamai prodi/jurusan yang mereka buka sesuai dengan kriteria, struktur, dan sistem yang ditentukan.
Namun, pada dasarnya, lulusan Ilkom (UI) dan TI (ITB) akan menggeluti bidang yang sama (infrastruktur dan arsitektur TI, pengembangan software, pengolahan informasi dan grafis, serta artificial intelligence). Ilmu yang dipelajari juga kurang lebih sama. Gue ga bisa bilang secara persis 100% sih, karena tiap universitas pasti punya formulasi kurikulumnya sendiri untuk memberikan corak atau karakter yang khas pada lulusannya.
Untuk lebih jelasnya, kita intip aja yukkurikulum Teknik Informatika ITB. Seperti yang bisa lo amati, kurang lebih ruang lingkup yang dipelajari sama. Jurusan ini fokus membekali mahasiswanya dengan programming skill dan software development.
Di Ilkom UI dan IF ITB, sama-sama belajar: Algoritma, Pemrograman, AI, Software Engineering, Database, OS, Jaringan Komputer, Matematika Diskret, Teori Bahasa & Automata, dll.
Untuk Mata Kuliah Umum, Ilkom UI dan TI ITB sama-sama belajar: Statistika & Probabilitas, Aljabar Linier, Matematika, Fisika.
Beberapa Mata Kuliah yang wajib di Ilkom UI, ngga wajib di IF ITB: Pemrograman Deklaratif, Pemrograman Sistem, Analisis Numerik
Beberapa Mata Kuliah yang wajib di TI ITB, ngga wajib di Ilkom UI: Sistem Paralel dan Terdistribusi (jadi MatKul pilihan di Ilkom UI), Grafika Komputer (MatKul pilihan di Ilkom UI), Manajemen Proyek Perangkat Lunak (MatKul pilihan di Ilkom UI), Interaksi Manusia & Komputer (MatKul pilihan di Ilkom UI), Sistem Informasi
Secara detil, pastilah ada perbedaan dalam formulasi kurikulum antara Ilkom UI dengan TI ITB. Tapi setelah lulus, mereka akan menggeluti dunia yang sama. Hanya saja, karakter lulusannya pasti punya corak masing-masing.
Apa Bedanya dengan Sistem Informasi (SI)?
Sistem Informasi merupakan salah satu prodi yang tergolong muda di UI. Pertama kali dibuka pada tahun 2007 oleh Fasilkom, prodi ini berfokus membekali mahasiswanya dengan ilmu manajemen teknologi informasi dan user behavior.
Lulusan Sistem Informasi diharapkan dapat menjembatani kerjaan orang “teknis” dengan klien atau user dari salah satu departemen di sebuah perusahaan. Misalnya, ada perusahaan klien yang ingin pasang sebuah sistem IT baru di organisasinya. Umumnya, klien itu ga tau persis mau dia apa atau tidak bisa mendefinisikan dengan baik apa kebutuhannya dari sebuah sistem (system requirement). Ranah kerja orang SI biasanya hadir untuk ngebaca kebutuhan klien. Untuk bisa memahami kebutuhan klien, anak SI butuh pengetahuan dari segi proses bisnis hingga manajemen resource atau sistem IT yang udah ada sebelumnya di perusahaan tersebut. Setelah tektok-tektokan dengan klien, orang SI akan menerjemahkannya ke bahasa teknis. Barulah system requirement ini direalisasikan oleh technical team (ranah kerja anak Ilkom) menjadi fitur-fitur pada sebuah software yang dipesen klien tadi.
Kalo software yang dipesan udah jadi, udah sukses di-install, ga berhenti sampai di situ aja. Orang SI kadang berperan banyak dalam mensosialisasikan sistem baru ini ke user2-user di perusahaan klien tersebut, membantu user beradaptasi dengan sistem baru, hingga mengadakan training. Tapi bukan berarti orang Ilkom dan SI bekerja secara terisolasi ya. Mereka pasti bekerja secara simultan dan beberapa kerjaan juga saling beririsan meski punya ranahnya masing-masing.
Walaupun fokus ke manajemen, bukan berarti anak SI ngga diajarin programming. Di prodi SI, lo bakal diajarin juga dasar-dasar pemrograman pada semester-semester awal, tapi ga terlalu dalam. Sebagai pihak yang menjembatani user dengan technical team, orang SI perlu tau juga dong teknisnya seperti apa. Karena belajar programming, anak SI juga bakal dibekali beberapa matkul berbau matematika.
Selama perkuliahan, anak SI dibekali mata kuliah yang khas SI banget, seperti Administrasi Bisnis, Manajemen, Customer Relationship Management, Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Proyek TI, Pengembangan dan Pemasaran Produk, E-Commerce, Komunikasi Bisnis dan Teknis, Perilaku Organisasi, Manajemen Pengetahuan, Manajemen Sistem Informasi. Karena fokus prodinya udah beda, bidang peminatan prodi SI juga beda ya dengan Ilkom/TI. Lebih lengkapnya, lo bisa cek Kurikulum Sistem Informasi UI, hal 34 – 39.
Kalo lo tertarik dengan dunia Ilkom/TI tapi ngga mau terlalu dalam mengulik programming, terus juga suka dengan bisnis dan manajemen, mungkin jurusan Sistem Informasi lebih cocok buat lo.
Di UI sendiri, fakultas yang berhubungan dengan komputer ada 2, yaitu Fasilkom dan Fakultas Teknik (FT). Di Fasilkom, ada jurusan Ilkom dan Sistem Informasi. Di FT, ada jurusan Teknik Komputer (Computer Engineering). Kenapa satu jurusan ini masuknya malah ke FT?
Banyak yang mengira kalo Teknik Komputer itu fokus ke hardware komputer. Ini cukup misleading. Lulusan Teknik Komputer nantinya BUKAN yang bikin komputer, smartphone, robot, dsb. Bukan itu yang mereka bikin. Di jurusan Teknik Komputer, lo akan mempelajari bagaimana bikin otak dari suatu alat elektronik. Semacam chip atau processor-nya. Mereka yang buat sistem canggih biar suatu barang elektronik bisa jalan.
Kalo lo beli laptop, tau kan istilah laptop kosongan? Yang belum diisi sistem operasi atau software-software lainnya itu lho. Walaupun belum bisa lo pake buat ngerjain tugas sekolah atau main game, tapi laptop itu udah bisa hidup dan jalan bukan? Nah, itu karena laptop udah dipasang otaknya, dan "otak" itulah yang dibuat oleh orang-orang teknik komputer. Sementara itu, kalo udah ada otaknya, barulah kita install software macem-macem. Pasang OS Windows 7, misalnya. MS Office, Skype, Photoshop, iTunes, Google Chrome, dll. Nah, siapa yang bikin software2 aplikatif itu? Yak, betul. Orang2 dari dunia computer science/IT.
Terus, siapa dong yang bikin hardware laptopnya? Itu adalah kombinasi mahakarya orang Elektro, Kelistrikan, Telekomunikasi, Teknik Material, sampe Fisika. Tapi, biasanya ilmu yang dipelajari di TekKom pun bisa lo temukan di bidang peminatan Elektronika pada prodi Teknik Elektro. Jadi, ngga jarang juga anak Teknik Elektro ngeprogram otak suatu barang elektronik. Alat elektronik itu kompleks. Lulusan-lulusan prodi tersebut bekerja sama dan emang kerjanya saling bersinggungan untuk menciptakan suatu alat elektronik.
Jadi, anak Teknik Komputer ngeprogram juga? Iya, tapi bukan pemrograman seperti anak Ilkom. Kalo anak Ilkom, ngoding, menghasilkan software aplikatif. Kalo anak Teknik Komputer, teknik ngodingnya itu lebih ke "bahasa" mesin. Kalo lo ulik lebih dalam Kurikulum Teknik Komputer UI, lo bisa liat banyak banget mata kuliah berbau teknik, elektronika, dan mesin.
Terus, Kalo Desain Grafis Belajar tentang Apa?
Mungkin bagi sebagian orang, perbedaannya udah jelas banget, ya. Tapi, seperti yang gue sebut di atas, ada aja mahasiswa #4 salah jurusan masuk Ilkom karena ngiranya sama dengan desain grafis. Apa yang membuat mereka kecele dan berpikir keliru seperti itu?
Di Ilkom/TI, emang ada mata kuliah Grafika Komputer atau yang berbau Multimedia. Tapi di sana, lo ga bakal diajarin untuk mendesain karya seni yang artistik.
Ilustrasinya begini. Tau program Ms Paint, kan? Kalo di desain grafis atau jurusan Desain Komunikasi Visual, lo bakal diajarin bagaimana menggunakan program Ms Paint untuk menggambar dan menghasilkan gambar yang berseni. Dengan sebelumnya, kalian udah dibekali dengan teknik-teknik dasar menggambar dan filosofi dasar seni.
Di sisi lain, kalo di Ilkom/TI, lo bakal diajarin gimana cara bikin program Ms Paint! Lo harus bisa menyusun formula matematis dan algoritma yang kemudian diterjemahkan ke bahasa pemrograman, misalnya, untuk membuat suatu tool di program lo yang kalo misalnya di-klik dan di-drag, bisa membentuk lingkaran. Jauh beda kan, Broow?
Gimana dengan Jurusan Sistem Komputer Bala-bala di Universitas Anu?
Sekarang udah banyak program studi berbau komputer dibuka di berbagai universitas atau sekolah tinggi di Indonesia. Tiap universitas punya wewenang untuk menamai program studi yang mereka buka berdasarkan pertimbangan formulasi kurikulum dan kiblat mereka. Gue ngga mungkin satu per satu mengecek tiap universitas atau sekolah tinggi di Indonesia yang punya prodi komputer.
Saran gue, kalo lo tertarik masuk suatu jurusan yang berbau komputer di suatu universitas, coba lo cek deh kurikulumnya trus lo bandingkan dengan daftar mata kuliah yang udah gue bahas di atas. Nama-nama mata kuliah yang ada mungkin masih terdengar asing bagi kalian. Tapi, setidaknya bisa memberikan lo sedikit bayangan.
Kalo banyak mata kuliahnya fokus ke pemrograman dan pengembangan software aplikatif, ya berarti prodi itu mirip Ilkom/TI. Kalo banyak manajemen sistem komputer dan interaksi manusianya, kemungkinan mirip SI. Kalo banyak teknik dan elektronya, mungkin lebih mirip Teknik Komputer.
Ini gue juga saranin buat kalian yang tertarik mau masuk jurusan apapun. Coba tilik-tilik website prodinya, liat kurikulumnya, cek mata kuliahnya. Biar lo kebayang gitu ntar yang lo pelajari dan hadapi di dunia perkuliahan itu kayak apa. Dan pastinya, biar ga salah jurusan.
Apa Gue Bakal Cocok/Suka Kuliah di Ilkom/TI?
Kalo lo seorang math freak, atau suka ulik-ulik sistem bilangan biner dan kode-kodean pake teknik kriptografi, itu udah awal yang bagus banget untuk tau apakah lo bakal suka kuliah di Ilkom/TI. Tapi, menurut gua sih cara terbaik untuk bisa tau lo bakal cocok/suka kuliah di Ilkom/TI itu adalah dengan sedikit mencicipi tantangan programming untuk ngasih bayangan apa yang bakal lo geluti selama 4 tahun di perkuliahan. Kalo lo udah coba nyicipin dasar-dasar programming dan menurut lo itu adalah hal yang asik, seru, memicu "sense of wonder" dalam diri lo, bikin lo gemes dan terus penasaran, kemungkinan besar emang jiwa lo ada di situ. Tapi, kalo lo coba nyicip tapi udah jenuh, bingung, stress, gak konsen, atau ngebosenin... bisa jadi sebetulnya passion lo ada di bidang lain, bukan di sini.
Nah gimana caranya buat nyicipin programming? Coba deh lo mampir ke situs CODE.ORG atau CODEACADEMY. Kedua situs itu adalah platform yang pas banget buat pemula yang ingin mempelajari pemrograman. Walaupun gambarnya anak-anak banget, banyak mahasiswa non-IT di luar sana yang menggunakan situs ini buat memuaskan rasa penasaran mereka tentang basic computer science. Lo tinggal sign-up, dan bisa langsung coba belajar buat programming. Kedua situs ini udah dirancang sedemikian rupa untuk memberika level tantangan bertahap dan pada akhirnya mengarahkan lo untuk menyelesaikan sebuah project, seperti merancang web. Selamat mencoba ya..!
****
Oke deh, sekian dulu kupasan dari gue. Semoga bisa membantu memantapkan pilihan kalian nanti buat masuk PTN. Melalui tulisan ini, gue berharap ga ada lagi mahasiswa tipe #4 yang salah jurusan pas masuk Ilkom/TI. Gue juga berharap tulisan ini dapat memberikan pencerahan untuk calon mahasiswa tipe #2 dan #3 akan apa yang mereka geluti ke depan. Dengan demikian, isi kampus-kampus Ilkom/TI adalah orang-orang yang benar-benar punya passion menggeluti bidang ini dan melahirkan inovasi-inovasi berguna bagi kemaslahatan umat. Mungkin orang itu adalah salah satu dari kamu yang sedang baca tulisan ini. Sebagai penutup, gua tampilin sebuah video dari Code.org
kali ini saya akan menyediakan web kasir berbahasa codeigniter yang dimana aplikasi berbasis web ini sangat lah berguna untuk para toko web online mau pun offline .
Doyan main game? Ingin punya komputer (PC) gaming sendiri? Tidak usah khawatir, kini untuk memiliki sebuah komputer yg cukup andal untuk memainkan game-game berat seperti berikut ini:
Call of Duty Ghosts
Crysis 3
Hitman Absolution
Grand Theft Auto (GTA) V
Far Cry 3
ARMA 3
Metro Last Light
Battlefield 4
Assassin's Creed Unity
Bisa dengan mudah Anda dapatkan dengan sedikit menabung demi mendapat budget yg pas. Tetapi tentu saja jika Anda bukan enthusiast / extreme gamers yg menginginkan kesempurnaan dalam detail gambar serta gameplay yg disuguhkan oleh performa spek PC Anda, dalam artian settingan ketika memainkan game-game tersebut di atas tidak harus selalu high/ultra dengan efek Anti Aliasing (AA) dan sebagainya. Apabila Anda cukup agar bisa memainkan mereka dan setting kualitas video yg memadai bagi mata biasa, maka berikut ini adalah panduan untuk merakit komputer gaming sendiri di rumah.
Saya terbiasa menyusun simulasi untuk merakit sistem komputer gaming dengan berdasarkan pada recommended system requirement dari game-game terbaru. Sebagai contoh, video gameGrand Theft Auto V adalah seri terbaru yg dirilis developer game Rockstar yg dirilis ulang pada tanggal 14 April 2015. Oleh karena itu, sebagian besar parts yg saya tuliskan ini adalah berdasarkan recommended system requirements dari video game GTA V.
Sebelum memutuskan untuk merakit komputer gaming idaman Anda, maka ini adalah komponen komputer yg perlu Anda ketahui dan butuhkan dalam menyusun parts menjadi sebuah gaming PC:
CPU
Singkatan dari Central Processing Unit (CPU), biasanya disebut singkat sebagai processor atau "procie" saja. Ini adalah otak bagi komputer Anda, yg memproses perintah data dari berbagai kanal input dan setelah diproses mengeluarkan data tersebut sehingga bisa dieksekusi oleh komponen output yg lainnya. Performa dari CPU sangat mempengaruhi kinerja PC Anda secara keseluruhan.
CPU Favorit saya sejak dulu adalah Intel Core i5-3470 (walaupun saat ini saya menggunakan Intel Core i5-2500K yg performanya hanya sedikit di bawah 3470). Saya menyebutnya sejak dulu karena memang sudah menulis artikel untuk merekomendasikan processor Intel® Core™ generasi ketiga ini sejak bulan Januari tahun 2013, dan hingga kini di bulan April 2015, rupanya procie ini masih relevan dan up to date untuk digunakan bermain game keluaran terbaru seperti GTA V. Anda bisa membaca artikel lama saya disini: Merakit Komputer Gaming High-End Murah.
CPU dengan socket LGA 1155 ini dibanderol di harga Rp 2.320.000,- (berdasarkan referensi dari www.rakitan.com/simulasi.php pada tanggal 23/04/2015 dengan kurs di angka Rp 12.949,- per satu dollar Amerika). Menariknya, CPU ini memang di luar negeri sana mengalami kenaikan harga. Jika pada tahun 2013 harga di luar negeri dalam mata uang USD adalah $183,79, maka kini harganya sudah mencapai $223. Mungkin karena kualitasnya membuat procie ini laris atau kenaikan harga bahan baku dan sebagainya yg mengakibatkan harga CPU di dunia juga ikut terkerek naik.
Update: Pada tanggal 27/11/2015, saat saya mengunjungi situs langganan untuk survey harga parts komputer, ternyata harganya lagi-lagi mengalami kenaikan, yakni dijual pada harga Rp 2.515.000,-.
Kemungkinan besar ini diakibatkan kurs Dollar Amerika Serikat yg terus meningkat sejak tahun 2014 hingga akhir 2015 ini.
Sebagai informasi tambahan, kurs dollar pada hari ini adalah Rp 13.775,- per satu dollar Amerika atau naik Rp 826,- sejak terakhir saya cek pada tanggal 23/04/2015.
Selain dari procie Intel dengan socket LGA 1155 (Sandy Bridge dan Ivy Bridge) sebenarnya sudah ada seri Intel Socket yg lebih baru yaitu seri socket LGA 1150 (Haswell dan Broadwell) dan yg paling hangat baru keluar dari dandang adalah procie seri socket Intel LGA 1151 (Skylake), akan tetapi kembali lagi ke pernyataan saya diatas, bahwa artikel ini saya tuliskan berdasarkan recommended system requirements dari video game GTA V yg memang merekomendasikan penggunaan CPU Intel Core i5-3470.
Apabila Anda masih tetap ingin menggunakan seri procie dari Intel Socket LGA 1150, maka procie yg performanya paling mendekati Intel Core i5-3470 adalah Intel Core i5 4460 Box (3.2Ghz, C6MB, Haswell Series) LGA 1150 yg harganya Rp 2.700.000,- atau lebih mahal sekitar Rp 185.000,-. Untuk versi Tray + Fan, harga Core i5-4460 ini hanya Rp 2.533.000,- alias beda tipis cuma Rp 18 ribu aja.
Mengingat kinerja yg sedikit lebih unggul dari i5-3470, lalu seri socket yg lebih baru sehingga lebih banyak varian Motherboard maupun untuk menjaga kemungkinan upgrade di masa mendatang, dan bila ingin berjaga-jaga siapa tahu ternyata Intel memutuskan untuk tidak lagi merilis procie LGA 1155 atau banyak yg di-discontinue oleh mereka, memang bisa jadi Intel Core i5-4460 adalah pilihan yg lebih bijak.
Motherboard
Biasanya cukup disebut dengan MoBo saja. Ini adalah papan ibu (motherboard) dari PC yg akan Anda bangun di rumah, layaknya seorang Ibu, semua anak-anaknya menempel dan bergantung pada ibunya, dimana semua perangkat keras (hardware) komputer Anda tertancap dan saling terhubung melalui Motherboard.
MoBo ini menentukan socket procie apa yg Anda gunakan, berapa konektor USB, dan jenis slot kartu expansi serta jumlahnya yg bisa Anda pakai, dan sebagainya.
Berhubung rekomendasi CPU yg saya berikan di atas menggunakan socket LGA 1155, maka berpengaruh pada MoBo yg akan sy rekomendasikan adalah sebagai berikut:
Tips untuk memilih motherboard LGA 1155 terbaik: Pilihlah Motherboard dengan Chipset berkode seri 75 atau 77 (B75, Q75, Q77, H77, Z75, dan Z77). Salah satu Motherboard dengan socket LGA 1155 dan chipset B75 termurah yg tersedia di pasaran saat ini adalah ASROCK B75M-DGS dengan harga sekitar Rp 585.000,-.
Tetapi tunggu dulu, itu adalah harga pada bulan Juni 2013. Untuk bulan April - Mei 2015, harga terbaru adalah Rp 729.000,- (masih di kurs dollar Rp 12.949,-). Dan info yg lebih baru (27 November 2015), motherboard ini sekarang sudah mulai langka di pasaran. Dan memang varian MoBo untuk seri Intel Socket LGA 1155 kian terbatas di pasaran, mungkin produsen sudah mulai meninggalkan seri soket ini untuk lebih fokus ke seri yg lebih baru seperti LGA 1150 dan 1151.
Dua diantaranya yg masih tersedia di pasaran mungkin adalah iostar B75MU3B (Slot ram 2) intel Socket 1155 (Rp 779.000,-) dan ECS B75H2-M3 intel Socket 1155 (Rp 665.000,-). Punya dana lebih? Gunakan: MSI B75A-G43 Gaming yg berbasis intel Socket LGA 1155. Harganya? Rp 1.153.000,- (lebih mahal sekitar Rp 424.000,-), namun baru-baru ini saya cek, MoBo ini juga sudah tidak tersedia di toko langganan saya.
VGA
Kartu Grafis atau Video Graphic Accelerator (VGA) card adalah bagian penting yg menentukan kinerja dari gaming PC Anda. Graphic Processing Unit (GPU) yg tertanam di dalam kartu grafis dirancang secara khusus hanya untuk menangani proses menampilkan grafis di layar monitor Anda.
Unit pengolah grafis terintegrasi yg dinamakan Graphics Processing Unit (GPU) terintegrasi terhubung pada sebuah kanal memory subsystem khusus (yg disebut "Video Random Access Memory" atau VRAM).
GPU ini bertugas menangani perubahan dari bentuk data menjadi pixels untuk ditampilkan di layar, serta tambahan memori khusus video terdedikasi (yg tadi disingkat VRAM) akan menyediakan akses cepat ke model 3D dan tekstur data tanpa menghalangi akses ke memori di sistem komputer (RAM).
Di dalam dunia gaming, ada sebuah pepatah lama di kalangan para gamers, bahwa "gaming lebih kepada GPU ketimbang CPU". Sehingga pepatah itu menggambarkan betapa pentingnya peran sebuah VGA Card bagi kepuasan dalam bermain game.
Beberapa motherboards dan CPU sudah dilengkapi dengan GPU terintegrasi yg sebenarnya cukup untuk menangani game-game ringan, contohnya adalah Intel® HD Graphics pada CPU Intel, tetapi biasanya ini saja tidak akan cukup untuk memainkan game berbasis 3 dimensi yg tergolong berat. Sehingga untuk itu, Anda membutuhkan kartu grafis terpisah yg akan ditancapkan pada slot ekspansi di Motherboard Anda.
Saya sebenarnya adalah penggemar dari NVidia GeForce GTX 650 Ti dan GTX 750 Ti, tetapi untuk performa yg lebih dahsyat lagi, saya menyarankan Anda menggunakan NVIDIA GeForce GTX 660 dengan Video Random Access Memory (VRAM) sebesar 2GB. Itu akan cukup untuk meng-handle kebutuhan gaming Anda. Pilihan termurah ada di Zotac GTX 660 2Gb DDR5 NVidia PCI Express yg dijual seharga Rp 1.743.000,-.
Namun lagi-lagi kartu grafis Zotac GTX 660 2Gb DDR5 kini sudah sulit ditemui di pasaran, yg hari ini bisa saya temukan adalah Gigabyte GTX 660 2Gb 192Bit DDR5 (GV-N660WF2-2GD) NVidia PCI Express yg harganya Rp 2.780.000,-. Dan itu hampir lebih dari 1 juta lebih mahal dibanding Zotac GTX 660.
Kalaupun ingin menyebrang ke AMD, pilihlah minimal AMD Radeon HD 7870 atau AMD R9 270 yg performanya sama atau lebih bagus dikit dari GTX 660. Dua diantaranya yg termurah adalah PowerColor HD 7870 OC 2Gb 256Bit DDR5 Ati Radeon PCI Exp. (Rp 1.895.000,-) atau HIS R9 270 ICEQ X2 Boost Clock Turbo 2Gb DDR5 Ati Radeon PCI Express di harga Rp 1.928.000,-. (cek harga tanggal 27 Nov 2015).
RAM
Random Access Memory / RAM (atau sebut "Memory" saja biar singkat), adalah seperti ingatan jangka pendek yg dimiliki oleh kompie Anda. Ia menyimpan data sementara sesuai dengan kapasitas yg dimilikinya dan memberi komputer Anda akses cepat ke data tersebut agar program yg berjalan bisa lebih cepat, sehingga membuat Anda bisa menjalankan beberapa program sekaligus tanpa menghambat kinerja komputer.
Melihat tingginya kebutuhan data sistem operasi, game, program, aplikasi, dan lain-lain di zaman sekarang yg membutuhkan penggunaan RAM sangat besar, RAM dengan kapasitas hanya 2 hingga 4 GB terasa pas-pasan apabila Anda berencana untuk menggunakan komputer Anda sebagai PC Gaming. Oleh karena itu saya sarankan Anda menggunakan RAM 8GB.
Saya pribadi sih lebih senang menggunakan Corsair CMY8GX3M2A1600C9 (2x4Gb) Vengeance Pro Black PC12800 8GB (Intel Haswell) DDR3 1600Mhz yg dijual seharga Rp 785.000,- untuk dua buah stick RAM masing-masing dengan kapasitas 4GB.
SSD dan HDD
Mengapa saya tulis SSD (Solid State Drive) dan HDD (Hard Disk Drive)? Ini untuk kepentingan Anda juga. HDD memang murah, tetapi ketinggalan zaman, lambat, dan bising. SSD lebih mahal hingga 4-5 kali lipat harga HDD, tetapi menawarkan Anda kecepatan, daya tahan, dan hening.
Tidak usah beli SSD yg terlalu besar kapasitasnya, cukup 120GB saja, karena ini hanya untuk OS saja, sehingga memaksimalkan pengalaman Anda saat berkomputer ria. Sedangkan untuk penyimpanan data selain OS seperti install game, file video, foto, lagu, dll, baru gunakan HDD. Dengan menggunakan SSD sebagai primary hard drive (C) Anda, masuk ke Windows hanya butuh hitungan detik, membuka aplikasi pun tidak lebih dari semenit. Anda akan mendapatkan lonjakan performa secara signifikan.
Pilihan termurah ada di Kingston SSDNow V300 SATA 6Gb/s 120GB - SV300S37A/120G - Black sudah termasuk + bracket seharga Rp 732.000,-. Sedangkan HDD nya gunakan saja WDC Blue 1TB SATA III 64Mb yg dibanderol seharga Rp 695.000,-.
PSU
Ini adalah PLN bagi komputer Anda, menerangi dan menyediakan energi listrik untuk tiap-tiap komponen. Jangan pernah remehkan fungsi PSU, karena kerusakan atau tidak stabilnya pasokan listrik bisa mengakibatkan serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin (pusing pala barbie...).
Intinya kerusakan PSU bisa menyebabkan kerusakan pada komponen PC yg lainnya. Misalnya kejutan daya listrik (electroshock) membuat satu kapasitor pada Motherboard Anda mati, bisa mengakibatkan keseluruhan system environment di dalam PC Anda tidak stabil, dan berujung pada kerusakan Hardisk, VGA, dll. Repot kan? Jadi mending persiapkan diri Anda untuk membeli PSU yg berkualitas.
Sebenarnya kapasitas 750 watt terlalu berlebihan untuk gaming rig dengan spek seperti diatas, karena PSU 500 - 600 watt sudah lebih dari cukup untuk mensuplai daya listrik ke PC rakitan tersebut. Pertimbangan saya hanya untuk memberi spare di sediaan daya listrik, tidak ada salahnya menyediakan sejak awal bila Anda berencana untuk melakukan upgrade di masa mendatang. Itupun Anda bisa menggantinya dengan yg kapasitasnya lebih rendah untuk mengurangi cost.
Anda perlu menyatukan semua komponen tersebut di atas dalam satu rumah. Saat itulah casing dibutuhkan. Memilih sebuah casing PC gaming sebenarnya adalah keputusan yg gampang-gampang susah, bahkan bisa jadi ini lebih penting ketimbang memilih motherboard, oleh karena casing yg Anda pilih akan menentukan komponen seperti apa yg benar-benar pas untuk masuk ke dalamnya.
Ini akan mempengaruhi seberapa mudah Anda membangun PC dari 0, bagaimana udara akan mengalir melalui komponen-komponen PC, sistem pendingin, fitur-fitur seperti screwless, bahan rangka yg digunakan, serta seberapa besar ukuran PC Anda.
Rangka case PC ada beberapa jenis, mulai dari yg berukuran kecil seperti Mini-ITX yg artinya cukup ringkas untuk meja Anda, hingga yg berukuran besar seperti full tower yg dirancang untuk kemampuan upgrade maksimal dengan berbagai jenis parts tambahan. Tidak hanya itu, pemilihan casing juga akan menentukan tampilan PC Gaming Anda seperti apa, keindahan bentuk dan kecantikan gaming rig Anda.
Heat Sink Fan (HSF)
Heat Sink adalah suatu sistem pendinginan untuk Central Processing Unit (CPU) yg terdiri dari sebuah "heat exchanger" alias penukar panas pasif yg mentransfer panas yg dihasilkan oleh parts elektronik atau perangkat mekanik (dalam hal ini CPU) kepada media lain dan juga dilengkapi dengan sebuah kipas untuk membuang hawa panas yg dihasilkan oleh CPU, sehingga kombinasi antara sistem pendingin beserta kipas ini jamak disebut orang dengan singkatan HSF atau Heat Sink Fan.
Setiap orang yg merakit sebuah komputer pastinya menginginkan agar sistem komputer tetap bekerja tanpa melebihi ambang batas suhu yg bisa ditangani oleh processor dan GPU-nya, sehingga penting untuk memilih HSF yg berkualitas (dan beroperasi senyap / hening) untuk mendapatkan kinerja terbaik dari komputer dan menjaga CPU dari overheating.
Setiap pembelian procie intel versi box biasanya sudah dibekali dengan kipas pendingin standar bawaan pabrik atau yg biasa disebut dengan "Stock Cooler" untuk procie itu, sehingga apabila Anda tidak berencana untuk melakukan overclock pada CPU, cukup dengan menggunakan fan standar bawaan procie saja.